Minggu, 16 Juni 2019

Efek Kandungan Gula dalam Buah bagi Tubuh

Buah secara alami mengandung gula, seperti fruktosa dan glukosa. Seorang ahli gizi dan pendiri Osinga Nutrition dari Kanada, Nicole Osinga, menjelaskan bahwa tubuh manusia memetabolisme kedua jenis gula secara berbeda.

Efek Kandungan Gula dalam Buah bagi Tubuh


Fruktosa atau yang biasa dikenal dengan gula buah rasanya lebih manis daripada glukosa. Ini diserap di usus kecil dan memasuki aliran darah sebelum sampai ke hati. Gula ini akan diproses menjadi glukosa untuk energi sehingga memiliki efek positif dan negatif pada tubuh.

“Kabar baiknya adalah bahwa makan fruktosa tidak meningkatkan kadar glukosa darah atau insulin, tapi ketika meningkat di atas kisaran normal, diperkirakan berkontribusi pada beragam penyakit, mulai dari penyakit jantung hingga obesitas hingga beberapa  bentuk kanker,” kata Nicole.


Mengonsumsi jumlah fruktosa yang lebih tinggi daripada kapasitas hati akan meningkatkan kolesterol dan trigliserida yang mungkin menyebabkan penyakit, seperti obesitas, diabetes tipe 2, kolesterol tinggi, dan hati berlemak.

Sementara itu, glukosa adalah gula atau karbohidrat sederhana yang digunakan sebagai cadangan energi. Ini diserap oleh usus besar dan membutuhkan insulin untuk masuk ke aliran darah agar dimetabolisme. Glukosa meningkatkan gula darah dengan merangsang insulin.

"Glukosa yang tidak dibutuhkan tubuh kita saat itu disimpan untuk menjaga agar kadar glukosa kita tetap stabil sepanjang hari," tambahnya.


Kadar gula darah yang tinggi dalam tubuh untuk waktu yang lama dapat meningkatkan risiko stroke, kerusakan ginjal, masalah jantung, hingga sistem saraf.

Secara umum, buah-buahan aman dikonsumsi karena kaya akan serat dan vitamin yang dibutuhkan tubuh selain gula alami. Namun, asupan gula yang tinggi dari buah-buahan dan produk lain harus diperhatikan. Pilih buah-buahan dengan kadar gula rendah jika Anda telah mengkonsumsi makanan yang mengandung manis.


EmoticonEmoticon